Sesosok laki-laki tua duduk dengan angkuh
Garang tatapnya menelusuri tiap detil wajah di hadapannya
Menggelegar suara yang ia semburkan dari pita suaranya
Dan sesosok tubuh kecil di hadapannya terdiam kaku membisu,
Memandangi, tak peduli..
Dalam jiwa bergolak rasa yang tak biasa
Antara pusaran gelombang negatif dan positif
Tiap pusaran menghentak seolah hendak melumat tiap materi yang ia temui
Benci?
Sosok tua itu adalah pejuang pada masanya
Sisa-sisa kerasnya medan juang masih nampak pada sikap dan ucapnya
Ribuan hari yang lalu sosok itu menggelegar membahana
Memekakkan telinganya
Dan menghancurkan kekuatannya
8 tahun silam..
Hari ini, ia pandangi sosok renta itu di hadapannya
Terduduk lemah dalam penantiannya, menghitung masa
Kapan waktuku akan datang, ujarnya?
Iba?
Ia menanti. Menanti datangnya sang abadi
Yang kan memutuskan bukan hanya nikmat darinya
Namun melepaskan pula segala dera dan derita hidupnya
mencabut nafas dari batang kerongkongannya
menghentikan tiap denyut dan detak jantungnya
menghentikan geraknya dan menutup rapat matanya
Di setiap senja ia termenung
Lagi, menunggu kedatangan sang abadi
’yah, lewat lagi’
Celetukan ringan terlontar dari bibir tuanya
Kala ia saksikan rombongan penandu raga tanpa nyawa menuju peraduannya
Aku tersenyum dalam diam, getir..
*pernahkah kalian menyaksikan betapa letihnya mereka yang telah hidup dalam usia senja?
menanti sang abadi datang menghampiri...
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Mei 05, 2010
Yuujyou
[* ori poem by me,.. i devotedly just for my fren]
Hanashi o wakachiau tame ni yujo o sodatete iku to shitara,
omoide no hibi ga ippai nokoru desho.
Sunao ni sasaeai michi o isshoni ayunde ikeru kara.
Moshimo, watashitachi o awasete kureta hi ga, kondo,
watashitachi o wakaresaseru hi to shite kitara,
sayonara wa iwanaidene.
Yujo wa kyori ya jikan nanka ni eikyo sarenai mono dakara.
Kamisama ga futatabi awasete kureru koto o shinjite imasu.
Moshimo, watashitachi ga chigau hoko ni susumenai to ikenai toki ga kitara,
sorezore no michi o ayunde ikimasho.
Onaji koto ni awaseru tame no deai janai kara.
Shiawase : berbahagialah,.. ^^
Hanashi o wakachiau tame ni yujo o sodatete iku to shitara,
omoide no hibi ga ippai nokoru desho.
Sunao ni sasaeai michi o isshoni ayunde ikeru kara.
Moshimo, watashitachi o awasete kureta hi ga, kondo,
watashitachi o wakaresaseru hi to shite kitara,
sayonara wa iwanaidene.
Yujo wa kyori ya jikan nanka ni eikyo sarenai mono dakara.
Kamisama ga futatabi awasete kureru koto o shinjite imasu.
Moshimo, watashitachi ga chigau hoko ni susumenai to ikenai toki ga kitara,
sorezore no michi o ayunde ikimasho.
Onaji koto ni awaseru tame no deai janai kara.
Shiawase : berbahagialah,.. ^^
Terkadang,..
Aku takut pada gelap...
Tapi adakalanya aku pun menyukai kegelapan..
Aku bosan dengan sepi...
Tapi acapkali aku menyukai keheningan
Terkadang aku tak mengerti mengapa
Mengapa terkadang aku menyukai apa yang aku benci
Mengapa terkadang aku membutuhkan apa yang aku tak suka
Entah mengapa,..
Kadangkala hal yang tak menyenangkan
Menjadi hal yang aku butuhkan
Tapi adakalanya aku pun menyukai kegelapan..
Aku bosan dengan sepi...
Tapi acapkali aku menyukai keheningan
Terkadang aku tak mengerti mengapa
Mengapa terkadang aku menyukai apa yang aku benci
Mengapa terkadang aku membutuhkan apa yang aku tak suka
Entah mengapa,..
Kadangkala hal yang tak menyenangkan
Menjadi hal yang aku butuhkan
Who are you?
hei,..!
siapa kau? who are you?
mengapa semua menanyakanmu padaku
mengapa semua orang mengira dirimu adalah diriku
hei,..!
siapa kau? who are you?
mereka bilang gayamu mirip denganku
hei, siapa kau?
mereka bilang bahasamu seperti bahasaku
hei,.siapa kau?
who are you?
siapa kau? who are you?
mengapa semua menanyakanmu padaku
mengapa semua orang mengira dirimu adalah diriku
hei,..!
siapa kau? who are you?
mereka bilang gayamu mirip denganku
hei, siapa kau?
mereka bilang bahasamu seperti bahasaku
hei,.siapa kau?
who are you?
Angan Hening
Suara perlahan itu terasa memekakkan telinga hening
Tapi dalam diam menahan diri dan tetap mendengarkan suaranya
Terbayang akan sebuah perjalanan panjang
Perjalanan yang terlihat mengerikan dan melelahkan
Angan tersentak dan terjaga dari khayal kala suara dari seberang kembali datang
Tak tahan jiwa dan ingin segera mengakhiri kata
Tapi suara perlahan dari kejauhan seolah tak mengerti
Bersabar sang hening meski lamat suara menghilang dari pendengaran hening
Hening telah terbang dalam khayal dan lamunannya sendiri
Tak peduli dengan apa yang telah terjadi, karena memang bukan hal yang harus selalu difikirkan, hening berbisik...
Entah hidup seperti apa yang ada di depan sana
Apakah ada kehidupan, atau hanya sebuah tanah tandus tanpa kehidupan
Entah...
Angan hening berjalan tanpa kendali
Tentang jejak yang tertinggal di sana
Tentang sesuatu di depan sana yang tak tampak
Dalam diam hening terus melangkah
Bersama angannya tentang hidup dan kehidupan
Tapi dalam diam menahan diri dan tetap mendengarkan suaranya
Terbayang akan sebuah perjalanan panjang
Perjalanan yang terlihat mengerikan dan melelahkan
Angan tersentak dan terjaga dari khayal kala suara dari seberang kembali datang
Tak tahan jiwa dan ingin segera mengakhiri kata
Tapi suara perlahan dari kejauhan seolah tak mengerti
Bersabar sang hening meski lamat suara menghilang dari pendengaran hening
Hening telah terbang dalam khayal dan lamunannya sendiri
Tak peduli dengan apa yang telah terjadi, karena memang bukan hal yang harus selalu difikirkan, hening berbisik...
Entah hidup seperti apa yang ada di depan sana
Apakah ada kehidupan, atau hanya sebuah tanah tandus tanpa kehidupan
Entah...
Angan hening berjalan tanpa kendali
Tentang jejak yang tertinggal di sana
Tentang sesuatu di depan sana yang tak tampak
Dalam diam hening terus melangkah
Bersama angannya tentang hidup dan kehidupan
Kenapa?
Dimana awal?
Dimana letak akhir?
Katakan padaku...
Ku takut membuka mata
Karena semua yang terlihat begitu membingungkan
Kuingin menutup mata, dan tak pernah membukanya
Hingga perjalanan membawaku pada ujung jalan
Ingin kututup mata..
Kusumbat telinga..
Membungkam lisan
Agar tak perlu melihat apapun yang menakutkan
Mendengar apapun yang tak menyenangkan
Dan tak berucap apapun yang tak menjadi kebaikan
Mengapa kau menjadi takut menghadapi hidup?
Mengapa?
Mengapa?
Entahlah...
Dimana letak akhir?
Katakan padaku...
Ku takut membuka mata
Karena semua yang terlihat begitu membingungkan
Kuingin menutup mata, dan tak pernah membukanya
Hingga perjalanan membawaku pada ujung jalan
Ingin kututup mata..
Kusumbat telinga..
Membungkam lisan
Agar tak perlu melihat apapun yang menakutkan
Mendengar apapun yang tak menyenangkan
Dan tak berucap apapun yang tak menjadi kebaikan
Mengapa kau menjadi takut menghadapi hidup?
Mengapa?
Mengapa?
Entahlah...
Apa?
Masih belum mampu membedakan
Kaki ini sedang berjalan maju
Atau ia jalan di tempat
Meraba tiap jenak isi kepala
Rasanya seluruh dunia ada di dalam sana
Namun, kala kujulurkan kepalaku melihat ke dalam
Tak ada apa pun di sana
Kosong..hampa
Terseok raga berjalan tanpa rasa
Entah apa yang difikirkan olehnya
Semilir angin menghempas kain penutup kepala
Sejenak menyentak dan membangunkan khayal yang menerawang
Sampai kapan dunia akan seperti ini?
Seperti slide yang berputar cepat
Menyakitkan kepala dan membingungkan
Sekelebat rindu menyelinap dari balik gelap..
Entah pada apa..
Kaki ini sedang berjalan maju
Atau ia jalan di tempat
Meraba tiap jenak isi kepala
Rasanya seluruh dunia ada di dalam sana
Namun, kala kujulurkan kepalaku melihat ke dalam
Tak ada apa pun di sana
Kosong..hampa
Terseok raga berjalan tanpa rasa
Entah apa yang difikirkan olehnya
Semilir angin menghempas kain penutup kepala
Sejenak menyentak dan membangunkan khayal yang menerawang
Sampai kapan dunia akan seperti ini?
Seperti slide yang berputar cepat
Menyakitkan kepala dan membingungkan
Sekelebat rindu menyelinap dari balik gelap..
Entah pada apa..
Rahasia Hati Hening
Dengung suara silih berganti
Memekakkan telinga hening
Tapi ia tetap terpaku beku
Seutas senyum kecil ia ukir
Perlahan bibir mungil hening bersuara
Sosok-sosok di sekitar hening terdiam terpaku
Tersihir dan terpukau oleh bait-bait kata yang terlantun dari bibir kecil hening
Tak ada gerakan dan suara
Hanya hening yang merajai suasana
Hening terdiam..
Lalu bersuara kembali
Dingin suara hening..
Tak ada bantahan. Karena hening tak menginginkan bantahan
Semesta terdiam..
Seolah ingin tau ada apa dengan hening
Mengapa semua terdiam dan bergeming
Hening terdiam..
Sesosok tubuh lembut di samping hening bergetar
Kilatan embun hangat memantul oleh cahaya
Hening tetap bergeming
Ini adalah akhir dari episode hening
Akhir dari perjuangan hening
Biarkan hening sendiri
Dengan takdir dan hidup hening,..
-Dalam diam hening berucap,..ada yang tak mungkin bisa kalian mengerti. Maafkanlah-
Inside a Silence Heart
WG, 031209
08:30pm
Memekakkan telinga hening
Tapi ia tetap terpaku beku
Seutas senyum kecil ia ukir
Perlahan bibir mungil hening bersuara
Sosok-sosok di sekitar hening terdiam terpaku
Tersihir dan terpukau oleh bait-bait kata yang terlantun dari bibir kecil hening
Tak ada gerakan dan suara
Hanya hening yang merajai suasana
Hening terdiam..
Lalu bersuara kembali
Dingin suara hening..
Tak ada bantahan. Karena hening tak menginginkan bantahan
Semesta terdiam..
Seolah ingin tau ada apa dengan hening
Mengapa semua terdiam dan bergeming
Hening terdiam..
Sesosok tubuh lembut di samping hening bergetar
Kilatan embun hangat memantul oleh cahaya
Hening tetap bergeming
Ini adalah akhir dari episode hening
Akhir dari perjuangan hening
Biarkan hening sendiri
Dengan takdir dan hidup hening,..
-Dalam diam hening berucap,..ada yang tak mungkin bisa kalian mengerti. Maafkanlah-
Inside a Silence Heart
WG, 031209
08:30pm
Hening Malam WG
Hening udara puncak yang beku
Beredar nyalang pandang pada hamparan semesta yang menghitam
Pertanda raja kegelapan mulai bertahta di singgasana alam
Terpaku sesosok wajah dengan senyum beku
Memeluk mesra dingin yang menyapa bersama titik hujan
Bergeming tanpa gerakan
Jiwa meronta,..
Perlahan sosok kaku terlihat tergugu tertahan
Erat lengan memeluk raga agar tak menimbulkan getaran
Seolah tak ingin mengusik alam yang sedang bercengkrama dengan penghuni malam
Wahai penguasa kegelapan
Rengkuhlah dengan keheningan
Tenggelamkanlah dalam kepekatan
Lindungi dari kegelisahan
Dan hancurkan segala ketakutan
Peluk erat lah raga yang terdiam
Hapus bening embun berderai
Tenangkan jiwa yang bergetar
Selimuti hati yang beku pilu dengan kehangatan
Sesosok lengan merengkuh erat
Menghentikan khayal yang terbang melayang
Menarik raga menjauhi keheningan menuju keramaian yang hiruk pikuk
Saatnya meninggalkan keheningan sesaat
Demi sebuah tugas yang harus ditunaikan
Perlahan sang hening menggores seutas senyum hangat
WG, 031209
06:45pm
Beredar nyalang pandang pada hamparan semesta yang menghitam
Pertanda raja kegelapan mulai bertahta di singgasana alam
Terpaku sesosok wajah dengan senyum beku
Memeluk mesra dingin yang menyapa bersama titik hujan
Bergeming tanpa gerakan
Jiwa meronta,..
Perlahan sosok kaku terlihat tergugu tertahan
Erat lengan memeluk raga agar tak menimbulkan getaran
Seolah tak ingin mengusik alam yang sedang bercengkrama dengan penghuni malam
Wahai penguasa kegelapan
Rengkuhlah dengan keheningan
Tenggelamkanlah dalam kepekatan
Lindungi dari kegelisahan
Dan hancurkan segala ketakutan
Peluk erat lah raga yang terdiam
Hapus bening embun berderai
Tenangkan jiwa yang bergetar
Selimuti hati yang beku pilu dengan kehangatan
Sesosok lengan merengkuh erat
Menghentikan khayal yang terbang melayang
Menarik raga menjauhi keheningan menuju keramaian yang hiruk pikuk
Saatnya meninggalkan keheningan sesaat
Demi sebuah tugas yang harus ditunaikan
Perlahan sang hening menggores seutas senyum hangat
WG, 031209
06:45pm
Teropong Bintang
tirai tertutup gubuk tertutup pertanda tak berpenghuni,..
tapi itu hanyalah sebuah kamuflase
kulihat sebuah bayangan berkelebat dari balik tirai
mengamati keadaan di luar,..
ada yang bersembunyi,..
tapi bayangannya terlanjur terpantul
dari kilatan cahaya yang tak sengaja melintas
untuk apa?
kenapa?
apakah keadaan di luar begitu menakutkan?
hingga kau tutup pintu dan menguncinya dengan palang kayu?
aku tau, kau ada di balik tirai itu
berdiri seolah tak nampak, padahal nyala pandangmu beredar
kuletakkan teropong bintangku perlahan
agar tak menimbulkan gerak dan bunyi
teropong bintang yang memberitahuku gerak gerikmu
keberadaanmu yang bersembunyi di balik tirai dan gelap
selalu,..
aku tau,..kau ada
bersembunyi...
sadarilah,..bayanganmu terpantul oleh kelebat cahaya
ketahuilah, aku tau kau bersembunyi
meski sesekali kau muncul, lalu kau menghilang..
tapi aku tau, engkau ada..
bayanganmu,..terpantul oleh cahaya
tapi itu hanyalah sebuah kamuflase
kulihat sebuah bayangan berkelebat dari balik tirai
mengamati keadaan di luar,..
ada yang bersembunyi,..
tapi bayangannya terlanjur terpantul
dari kilatan cahaya yang tak sengaja melintas
untuk apa?
kenapa?
apakah keadaan di luar begitu menakutkan?
hingga kau tutup pintu dan menguncinya dengan palang kayu?
aku tau, kau ada di balik tirai itu
berdiri seolah tak nampak, padahal nyala pandangmu beredar
kuletakkan teropong bintangku perlahan
agar tak menimbulkan gerak dan bunyi
teropong bintang yang memberitahuku gerak gerikmu
keberadaanmu yang bersembunyi di balik tirai dan gelap
selalu,..
aku tau,..kau ada
bersembunyi...
sadarilah,..bayanganmu terpantul oleh kelebat cahaya
ketahuilah, aku tau kau bersembunyi
meski sesekali kau muncul, lalu kau menghilang..
tapi aku tau, engkau ada..
bayanganmu,..terpantul oleh cahaya
Dengarkan saja,..
dengarkan suaraku,..
dalam nyanyian semesta yang menyapa
dalam hening yang meraja
dalam gelap yang datang menggantikan terang
dalam dingin dan beku yang memeluk raga
dengarkan suaraku,..
jangan,..
jangan buka matamu
tetaplah seperti itu
dengarkan saja suaraku,..
dengan tetap menutup matamu
sweet home, 021209
11:55am
dalam nyanyian semesta yang menyapa
dalam hening yang meraja
dalam gelap yang datang menggantikan terang
dalam dingin dan beku yang memeluk raga
dengarkan suaraku,..
jangan,..
jangan buka matamu
tetaplah seperti itu
dengarkan saja suaraku,..
dengan tetap menutup matamu
sweet home, 021209
11:55am
Kulepaskan yang aku genggam erat,..
Saat ku letakkan semua yang ku genggam
Ku kembalikan pada tempatnya
Ku meletakkannya dengan perlahan
Agar tak berdenting atau jatuh terpecah belah
Ku bisikan pada hening,..
Ku katakan pada cahaya
Ku jelaskan pada angin,..
Dan ku sampaikan pada semua yang mendengarkan suaraku
Kukatakan,..
Demi TUHAN, tak ada setitik benci saat kubuka tanganku
Dan melepaskan apa yang ada dalam erat genggamanku
Ku kembalikan pada tempatnya
Ku meletakkannya dengan perlahan
Agar tak berdenting atau jatuh terpecah belah
Ku bisikan pada hening,..
Ku katakan pada cahaya
Ku jelaskan pada angin,..
Dan ku sampaikan pada semua yang mendengarkan suaraku
Kukatakan,..
Demi TUHAN, tak ada setitik benci saat kubuka tanganku
Dan melepaskan apa yang ada dalam erat genggamanku
Permainan
Berceloteh tanpa henti
Seperti burung yang tak letih berkicau
Entah mengapa, kicauannya tak semerdu kicauan burung
Entah mengapa, semakin lama kicauannya semakin terdengar menakutkan
Kau menakutiku,..
Celoteh dan suaramu menakutkanku
Seperti suara para penyihir jahat yang hendak menyihirku
Mundur, kuayun langkah perlahan
Tak hendak mengagetkanmu dengan suara langkahku
Sebuah lembaran terbuka di hadapanku
Dan ku baca,..
Senyum tipis mengembang di bibirku kala membacanya
Ini sebuah permainan
Ini hanya sebuah kebohongan kekanak-kanakan
Aku tertawa,..
Bodoh!
Seperti burung yang tak letih berkicau
Entah mengapa, kicauannya tak semerdu kicauan burung
Entah mengapa, semakin lama kicauannya semakin terdengar menakutkan
Kau menakutiku,..
Celoteh dan suaramu menakutkanku
Seperti suara para penyihir jahat yang hendak menyihirku
Mundur, kuayun langkah perlahan
Tak hendak mengagetkanmu dengan suara langkahku
Sebuah lembaran terbuka di hadapanku
Dan ku baca,..
Senyum tipis mengembang di bibirku kala membacanya
Ini sebuah permainan
Ini hanya sebuah kebohongan kekanak-kanakan
Aku tertawa,..
Bodoh!
Lorong,..
....................... ............................. ..
Ada yang datang menyelinap saat ku termenung
Aku terkejut. Namun sedetik kemudian aku terdiam kembali
Ia terus saja bicara dan mengajakku bicara
Seolah tak peduli dengan keenggananku
Ia seperti seseorang yang haus..
Datang meminta setitik embun sebagai pelega dahaga
Tapi aku tak punya setitik pun embun yang dapat kubagi padanya
Celoteh riang ia perdengarkan setiap waktu
Dalam keheningan kudengarkan ia bersenandung
Perlahan coba kutepis ia dengan gerakan samar
Namun, rupanya ia terlalu asyik dengan gumaman dan cerita di bibirnya
ia menunjukkan sebuah lorong padaku
gelap, ujarku, lalu terdiam kembali
kegelapan menyimpan cahaya pada ujung jalannya
jika kau ingin menemukan cahaya dan kehidupan,
maka kau harus berani untuk melangkah melaluinya, meski kau ragu, jawabnya
....................... ............................. ..
Ada yang datang menyelinap saat ku termenung
Aku terkejut. Namun sedetik kemudian aku terdiam kembali
Ia terus saja bicara dan mengajakku bicara
Seolah tak peduli dengan keenggananku
Ia seperti seseorang yang haus..
Datang meminta setitik embun sebagai pelega dahaga
Tapi aku tak punya setitik pun embun yang dapat kubagi padanya
Celoteh riang ia perdengarkan setiap waktu
Dalam keheningan kudengarkan ia bersenandung
Perlahan coba kutepis ia dengan gerakan samar
Namun, rupanya ia terlalu asyik dengan gumaman dan cerita di bibirnya
ia menunjukkan sebuah lorong padaku
gelap, ujarku, lalu terdiam kembali
kegelapan menyimpan cahaya pada ujung jalannya
jika kau ingin menemukan cahaya dan kehidupan,
maka kau harus berani untuk melangkah melaluinya, meski kau ragu, jawabnya
....................... ............................. ..
Jiwa,..
Sang waktu terus berlalu
Seolah telah berabad lama perjalanan ini
Melompati ratusan hingga ribuan hari
Jalan yang telah dilewati tak terlihat lagi
Namun, ujung jalan di depan belum lah terlihat
Jiwa,..
Kan kutanami engkau dengan pohon keridhoan
Aku sirami dengan air kesabaran
Aku lindungi engkau dengan tembok ketegaran
Kuhiasi dengan pernak pernik ketenangan
Agar kau selalu kuat menopang raga yang lemah
Wahai TUHAN Yang Merajai Jiwa
Tenangkan jiwa yang lara
Duhai Maha Penggenggam Jiwa Manusia
Tancapkan kekuatan, ketegaran dan keikhlasan pengorbanan di jiwa,
seperti yang diteladankan bapak para nabi, Ibrahim,..
Kokohkanlah langkah kaki
Berapa pun panjang jalan yang harus dilalui
Berapa pun lama waktu yang harus ditempuh
Kuatkanlah,..
Seolah telah berabad lama perjalanan ini
Melompati ratusan hingga ribuan hari
Jalan yang telah dilewati tak terlihat lagi
Namun, ujung jalan di depan belum lah terlihat
Jiwa,..
Kan kutanami engkau dengan pohon keridhoan
Aku sirami dengan air kesabaran
Aku lindungi engkau dengan tembok ketegaran
Kuhiasi dengan pernak pernik ketenangan
Agar kau selalu kuat menopang raga yang lemah
Wahai TUHAN Yang Merajai Jiwa
Tenangkan jiwa yang lara
Duhai Maha Penggenggam Jiwa Manusia
Tancapkan kekuatan, ketegaran dan keikhlasan pengorbanan di jiwa,
seperti yang diteladankan bapak para nabi, Ibrahim,..
Kokohkanlah langkah kaki
Berapa pun panjang jalan yang harus dilalui
Berapa pun lama waktu yang harus ditempuh
Kuatkanlah,..
Dalam kesederhanaan cinta padaMU, aku kembali,..
apakah engkau sedang menyindirku dengan sajakmu?
ah,.. tidak. itu hanya perasaanku.
ya, hanya perasaanku
karena diriku yang hina ini merasakan, seperti itulah cintaku padaNYA
dengan sedekah yang tak seberapa
dengan tilawah yang tak sempurna
dengan do'a yang tergesa-gesa
dengan amaliah yang seadanya
dalam galau hati dan jiwa yang porak-poranda karena kesalahanku sebagai manusia
dalam nurani yang merapuh
dalam lisan yang terbungkam pilu
dalam harapan yang perlahan menghilang
meski aku rapuh dalam langkahku
dan seringkali tak setia padaMU
namun, aku selalu berharap cinta dalam jiwaku hanyalah untukMU
ibadah yang seadanya,..
hati yang berkhianat,.
lisan yang tak selaras dengan tindakan
Maafkan,..
Dalam jutaan sepi yang menemani sebagai teman sejati
Dalam lelahnya jiwa
Dan dalam resah serta airmata
Dengan menunduk, aku melangkah kembali padaMU
Dengan segala harap dan galau jiwa kumohon kedamaian
Memohon ketenangan dan kasih sayang
maafkanlah, bila hati tak sempurna mencintaiMU
dalam dada aku selalu berharap hanya ENGKAU yang bertahta
adakah maaf untukku?
apakah kan KAU terima aku dengan cintaku yang sederhana?
ah,.. tidak. itu hanya perasaanku.
ya, hanya perasaanku
karena diriku yang hina ini merasakan, seperti itulah cintaku padaNYA
dengan sedekah yang tak seberapa
dengan tilawah yang tak sempurna
dengan do'a yang tergesa-gesa
dengan amaliah yang seadanya
dalam galau hati dan jiwa yang porak-poranda karena kesalahanku sebagai manusia
dalam nurani yang merapuh
dalam lisan yang terbungkam pilu
dalam harapan yang perlahan menghilang
meski aku rapuh dalam langkahku
dan seringkali tak setia padaMU
namun, aku selalu berharap cinta dalam jiwaku hanyalah untukMU
ibadah yang seadanya,..
hati yang berkhianat,.
lisan yang tak selaras dengan tindakan
Maafkan,..
Dalam jutaan sepi yang menemani sebagai teman sejati
Dalam lelahnya jiwa
Dan dalam resah serta airmata
Dengan menunduk, aku melangkah kembali padaMU
Dengan segala harap dan galau jiwa kumohon kedamaian
Memohon ketenangan dan kasih sayang
maafkanlah, bila hati tak sempurna mencintaiMU
dalam dada aku selalu berharap hanya ENGKAU yang bertahta
adakah maaf untukku?
apakah kan KAU terima aku dengan cintaku yang sederhana?
Dunia Terbalik
Kuingin memejamkan mata
Dan berharap waktu melompat
Melewati ratusan hingga ribuan hari
Apakah aku putus asa?
Mungkin…
Tapi aku tak ingin
Itu hanya ucapan dari lisan yang galau
Keluhan dari sisi jiwa yang lemah
Ku tak menyalahkan kelemahan itu bersuara
Tapi ku pun tak ingin menurutinya
Terkadang kubiarkan kelemahan menguasaiku
Membiarkannya meremas jantungku dan membuatku terdiam menahan nafas
Merelakan kelemahan menusuk-nusuk benteng pertahananku
Tetap terdiam kala ia mulai membabat habis kekuatanku
Ku biarkan kelemahan merajaiku
Biarkanlah...
Biarkanlah ia beraksi
Melumat dan menghancurkan segala benteng yang kubangun
Menenggelamlanku tersungkur lemah dan tak berdaya
Kubiarkan kelemahan menghajarku habis-habisan
Biarkanlah tubuh ini merasakan sakitnya
Biarkan jiwa ini merasakan pedihnya
Aku tak tahu apakah aku akan menang
Tapi yang aku tahu,..aku tak pernah membiarkan diriku menyerah kalah
Aku biarkan dulu ia menghajarku habis-habisan
Aku biarkan kelemahan menjatuhkanku
Karena esok, adalah giliranku
Untuk menumpas habis kelemahan yang menghajarku
Heh, kenapa?
Bingungkah engkau membacanya?
Hahahahaha, pasti...
Engkau pasti bingung
Jangankan engkau
Aku saja yang menuliskannya bingung alang kepalang
Bingung tentang apa yang kutulis
Hahahahaha
Mungkin seperti ini yang namanya sajak
Sajak gila,..
Dan berharap waktu melompat
Melewati ratusan hingga ribuan hari
Apakah aku putus asa?
Mungkin…
Tapi aku tak ingin
Itu hanya ucapan dari lisan yang galau
Keluhan dari sisi jiwa yang lemah
Ku tak menyalahkan kelemahan itu bersuara
Tapi ku pun tak ingin menurutinya
Terkadang kubiarkan kelemahan menguasaiku
Membiarkannya meremas jantungku dan membuatku terdiam menahan nafas
Merelakan kelemahan menusuk-nusuk benteng pertahananku
Tetap terdiam kala ia mulai membabat habis kekuatanku
Ku biarkan kelemahan merajaiku
Biarkanlah...
Biarkanlah ia beraksi
Melumat dan menghancurkan segala benteng yang kubangun
Menenggelamlanku tersungkur lemah dan tak berdaya
Kubiarkan kelemahan menghajarku habis-habisan
Biarkanlah tubuh ini merasakan sakitnya
Biarkan jiwa ini merasakan pedihnya
Aku tak tahu apakah aku akan menang
Tapi yang aku tahu,..aku tak pernah membiarkan diriku menyerah kalah
Aku biarkan dulu ia menghajarku habis-habisan
Aku biarkan kelemahan menjatuhkanku
Karena esok, adalah giliranku
Untuk menumpas habis kelemahan yang menghajarku
Heh, kenapa?
Bingungkah engkau membacanya?
Hahahahaha, pasti...
Engkau pasti bingung
Jangankan engkau
Aku saja yang menuliskannya bingung alang kepalang
Bingung tentang apa yang kutulis
Hahahahaha
Mungkin seperti ini yang namanya sajak
Sajak gila,..
Kidung Semesta
Betapa menyenangkannya menjadi buta aksara dan tak bisa mendengar
Sebuah gumaman perlahan memecah kesunyian
Lihatlah,..
Mereka langsung bereaksi dengan keras mendengar ucapannya
Kufur nikmat!
Tersentak jiwa. Kufur nikmat. Astagfirullah..
Betapa ketidakmampuan seorang hamba bersabar atas hal yang tak menyengkan buatnya
Tanpa ia sadari membawanya pada satu titik kesalahan
Lisannya terkatup rapat. Jiwanya terdiam dalam galau
Nyanyian semesta menyadarkannya
Perlahan ia memejamkan mata
Ke kiri dan ke kanan ia goyangkan kepala
Berbaur dengan suara yang di kumandangkan semesta bersama hawanya yang basah
Terlihat ia tersenyum. Entah apa maknanya
Tapi yang pasti, aku tau ia tak kan menyerah
Ia kan terus berjuang untuk tetap tegar
Hingga ia temukan pertemuan agung bersama Ilahi
Karena seorang pejuang, tak pernah mengenal kata henti
Sebuah gumaman perlahan memecah kesunyian
Lihatlah,..
Mereka langsung bereaksi dengan keras mendengar ucapannya
Kufur nikmat!
Tersentak jiwa. Kufur nikmat. Astagfirullah..
Betapa ketidakmampuan seorang hamba bersabar atas hal yang tak menyengkan buatnya
Tanpa ia sadari membawanya pada satu titik kesalahan
Lisannya terkatup rapat. Jiwanya terdiam dalam galau
Nyanyian semesta menyadarkannya
Perlahan ia memejamkan mata
Ke kiri dan ke kanan ia goyangkan kepala
Berbaur dengan suara yang di kumandangkan semesta bersama hawanya yang basah
Terlihat ia tersenyum. Entah apa maknanya
Tapi yang pasti, aku tau ia tak kan menyerah
Ia kan terus berjuang untuk tetap tegar
Hingga ia temukan pertemuan agung bersama Ilahi
Karena seorang pejuang, tak pernah mengenal kata henti
Langganan:
Postingan (Atom)
