Kuingin memejamkan mata
Dan berharap waktu melompat
Melewati ratusan hingga ribuan hari
Apakah aku putus asa?
Mungkin…
Tapi aku tak ingin
Itu hanya ucapan dari lisan yang galau
Keluhan dari sisi jiwa yang lemah
Ku tak menyalahkan kelemahan itu bersuara
Tapi ku pun tak ingin menurutinya
Terkadang kubiarkan kelemahan menguasaiku
Membiarkannya meremas jantungku dan membuatku terdiam menahan nafas
Merelakan kelemahan menusuk-nusuk benteng pertahananku
Tetap terdiam kala ia mulai membabat habis kekuatanku
Ku biarkan kelemahan merajaiku
Biarkanlah...
Biarkanlah ia beraksi
Melumat dan menghancurkan segala benteng yang kubangun
Menenggelamlanku tersungkur lemah dan tak berdaya
Kubiarkan kelemahan menghajarku habis-habisan
Biarkanlah tubuh ini merasakan sakitnya
Biarkan jiwa ini merasakan pedihnya
Aku tak tahu apakah aku akan menang
Tapi yang aku tahu,..aku tak pernah membiarkan diriku menyerah kalah
Aku biarkan dulu ia menghajarku habis-habisan
Aku biarkan kelemahan menjatuhkanku
Karena esok, adalah giliranku
Untuk menumpas habis kelemahan yang menghajarku
Heh, kenapa?
Bingungkah engkau membacanya?
Hahahahaha, pasti...
Engkau pasti bingung
Jangankan engkau
Aku saja yang menuliskannya bingung alang kepalang
Bingung tentang apa yang kutulis
Hahahahaha
Mungkin seperti ini yang namanya sajak
Sajak gila,..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar