Mei 15, 2010

36 Jam Menyusuri Pesisir Barat Hingga Selatan Bumi Ruwa Jurai

First days,
April, 24, 21010

Berpetualang, Travelling, Jalan-jalan, apapun namanya pastilah menyenangkan. Apalagi bila perjalanan itu menjadikan alam sebagai objek tujuan. Berjalan di atas pegunungan yang berkabut dan berkelok

Petualangan 36 jam. Yup! That’s true. 36 jam petualangan menyusuri provinsi Lampung mulai dari titik awal, kota Bandar Lampung yang terletak di Teluk Lampung, hingga menyusuri pesisir bagian barat yang berhadapan dengan samudera pasifik, dan kembali ke titik awal dengan menyusuri pesisir pantai bagian barat daya hingga pesisir selatan.

Perjalanan pada hari pertama melewati 4 kabupaten kota, yaitu Lampung Selatan, Pesawaran, Lampung Tengah, dan Lampung Utara dengan menghabiskan waktu tempuh selama kurang lebih 3 jam.

Pemberhentian pertama adalah Desa Subik, tepatnya Dusun Gunung Sadar (hebat oy! Gunung aja bisa sadar, hahahah!). Desa Kelahiran Mbok Deah Kusuma.
Kayak sedang mengantar calon besan yak? :-P

Sempat kefikiran iseng dengan Anjel, buat mbisikin Mak Darti (Mamake Mbok Deah), buat milih siapa yang mau diambil jadi mantu ^^_v
*emang dasar itu dua orang, seneng beneur godain Diah en mamaknya* =D

Ternyata kalo lagi dalam perjalanan, anak-anak dah berumur alias dan pada tua2 pun jadi kayak anak-anak. Pada girang semua diajak jalan2. Sepanjang jalan mulut2ny dah kayak burung, pada g berhenti ‘berkicau’.. =D
Berhenti klo mulutny dah dsumpel pake makanan en tidur… =D

Seru tuh, pas perjalanan mulai masuk ke kabupaten Lampung Barat,
pemandangannya amazing sekali.. dasyatt!
Jalan berkelok di atas pegunungan. Kanan dan kiri jurang dengan lembah yang dalam,
Ohohoho, g kebayang gimana bentuknya klo kecemplung ke lembah itu,

Perjalanan terasa kayak terbang,
jalan berkelok, ditambah lagi Papa driver yang nyetir ala pembalap F1 =D

Jurang dengan lembah yang dalam, barisan pegunungan, kabut basah yang bikin pandangan begitu misterius,
Pelangi di antara tumpukan awan Comulus,
that’s amazing view!

Jalan yang mirip tubuh ular, bikin body jadi kebanting2.. perut jadi terasa dikocok2..
3 jam setelah transit pertama, akhirnya sampai lah di tempat transit kedua, Desa Belalau, Liwa, Kabupaten Lampung Barat,

Kampung yang masih sangat alami. Bahkan tempat mandi dan mencuci pun masih ramah lingkungan.
HASILNYA,…
4 orang peserta ekspedisi melanjutkan perjalanan hari kedua tanpa mandi,
Kwekekekekk!
Sayang, perjalanan di hari pertama tak sempat merekam panorama sepanjang perjalanan,
Lupa! -‘-!
Lagi pula,pada bawel semuah tiap aku minta papa driver berhenti sejenak di puncak pegunungan untuk mengambil beberapa foto,
Tiap inget ituh, pengen ngegeplak itu kepala anak-anak,..rrrghh!!


***
Days two
April, 25, 21010

Perjalanan hari kedua g kalah seru. Perjalanan pulang (dilanjutkan) dengan menyusuri pesisir barat yang berhadapan langsung dengan samudera pasifik, jadi perjalanan yang lebih seru..
Pantai pesisir dengan pasir hitam, ciri khas pesisir pantai yang berhadapan langsung dengan samudera/laut lepas. Gulungan ombaknya dasyat. Langitnya biru cerah.

Yang punya story g kalah seru jugak ada.
Papa driver harus berhenti di tengah hutan rimba yang berada di kawasan Hutan dan Konservasi Taman Nasional Bukit Barisan,
Karena ADA YANG MUNTAH!
Ada yng keluar keringet dingin,.. Hahahahahah!
padahal sendirinya yang teriak2 lantang, klo ada yang keringet dingin mau muntah kudu ditinggal di hutan… *gulingguling*
Masih kebayang muka pucatnya, kwakakaak..

4 jam berada di jalur hutan dan konservasi alam, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan..
I love it. Rasanya tetap ingin berputar-putar di tengah lebatnya rimba hingga bosan,
Berharap bertemu dan ber say helo dengan sang raja, raja rimba,
Tapi sayang gak ketemu. Padahal informasinya, biasanya banyak harimau berkeliaran di dekat jalan lintas.. o__O
Sepanjang jalan mendengarkan nyanyian pepohonan dan kicauan burung-burung dan jangkrik,
Serta melewati beberapa air terjun kecil dan banyak sungai..

Ini adalah view, bila anda sampai di Teluk Semangka, Kabupaten Tanggamus, Lampung,
Indah bukan?
Gugusan Teluk Lampung dengan Gunung Tanggamus yang tegak angkuh menjulang,
Berada pada puncak dan ketinggian alam selalu membuatku merasa sangat gembira dan lepas,
Ketika mata dapat melihat ke seluruh penjuru arah dengan bebas,
Semua terlihat kecil,
Terlihat dekat, namun nyatanya begitu jauh,
Ah!


Lalu yang ini,
Ini adalah Air terjun Way Lala’an, yang berada di Kabupaten Tanggamus,
Sayangnya, karena hari telah menjelang senja, perjalanan harus segera dilanjutkan,
Tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi, sekedar menikmati titik-titik air yang mengembun terbang diterpa angin,
Atau pun yang hendak melanjutkan dengan aktivitas perkemahan,
20 menit perjalanan dari pusat keramaian, Kota Agung, dengan harga tiket hanya 2,500 rupiah saja

Mmmm,..
Bagi anda yang menyukai petualangan,
Menyusuri hutan dan pesisir pantai barat hingga teluk di pesisir selatan bumi Lampung menjadi tempat yang aku rekomendasikan,

Dalam perjalanan anda akan melewati gugusan perbukitan berkabut dengan lembah yang dalam,
Berjam-jam menyusuri hutan lindung Bukit Barisan Selatan, habitat yang kaya akan fauna liar dan pohon-pohon raksasanya, akan memberikan sensasi bertualang yang dasyat,
Lalu menikmati pesisir pantai yang elok dengan deburan ombak dan pasir hitam,
Alam yang sungguh masih perawan,


Well,..
Have a nice days,
Enjoy your travelling!

1 komentar: