
Menyinggung sekilah mengenai Ridho dan Ikhlas,
Ridho dan Ikhlas,
Dua hal berbeda yang seringkali dimaknai sama oleh sebagian orang. Padahal sebetulnya itu merupakan dua hal yang berbeda.
Ikhlas adalah Melakukan sesuatu atau meninggalkan sesuatu karena Alloh semata. Karena itu Ikhlas dikaitkan erat dengan niat.
Sebagai contoh :
## Saya Ikhlas menerima musibah ini
Sikap di atas bukanlah sikap Ikhlas, melainkan Ridho..
Dan,
Ketika kita melakukan sesuatu atau meninggalkan sesuatu dengan niat hanya kepada dan bagi Allah,
Maka sikap itulah yang disebut sebagai IKHLAS.
SEDANGKAN
Ridho adalah sikap dengan penerimaan utuh seorang hamba Tuhan Terhadap QodhoNYA. Dimana Qodho merupakan ketetapan TUHAN yang tak tak bisa ditolak atau seringkali kita sebut sebagai TAKDIR,
Tak ada ridho sebelum qodho!
Ridho baru berlaku setelah qodho. Sebagaima yang telah dikatakan oleh Rasulullah melalui hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan An Nasa’I “Wahai Alloh, Aku meminta kepadaMU (sifat) ridho setelah adanya ketetapan dariMU”
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan An Nasa’I tersebut, Rasulullah mengatakan pula bahwa setiap hamba Tuhan harus senantiasa meminta agar dikaruniai keridhoan dalam menjalani takdir yang ditetapkan baginya. Karena berat dan sulitnya takdir itu bagi sebagian hamba.
Wallahu’alam bisshowab,
Mohon maaf bila ada kekeliruan. Ambil manfaatnya dan buanglah buruknya.
Teringat catatan singkat saat menerima tausiyah pada rakernas @ponpes Daarut Tauhiid pada Desember 2009.

jadi tau beda antara ridha dan iklas. ternyata selama ini salah mengartikannyanya ya
BalasHapus