
Pak Tani resah. Sudah beberapa hari kebun jagung miliknya diganggu segerombolan kera kecil. Setiap hari pak tani harus menunggui kebunnya agar tak habis oleh kera-kera tersebut.
Letih karena harus setiap hari menunggui kebunnya. Pak tani kemudian membuat sebuah rencana untuk menangkap kera-kera jahil tersebut.
Mulailah pak tani mengejar gerombolan kera tersebut dengan menggunakan jarring yang telah ia buat. Namun, kera-kera kecil itu teramat lincah hingga pak tani tak bisa menangkapnya.
Keesokan harinya, pak tani membawa sebuah toples yang ia isi dengan kacang. Pak tani mengerti, bahwa kera sangat menyukai kacang.
Kemudian toples yang telah ia isi dengan kacang tersebut ia ikat pada sebatang pohon, lalu ia pun bersembunyi mengamati.
“hei, lihat! Ada kacang ditaruh di sana!,” seru seekor kera kecil kepada teman-temannya.
Kera-kera kecil yang melihat ada sebuah botol berisi kacang kesukaan mereka, dengan segera mendekatinya. Sementara pak tani bersiap untuk menangkapnya.
“ayo kita ambil,” serentak suara mereka
Namun, ternyata kera-kera itu cukup lincah dan bergerak dengan cepat.
“hei! Ayo cepat. Ambil sedikit-sedikit saja butiran kacang, lalu cepat pergi. Jangan sampai tertangkap,” ujar seekor kera.
Tapi, seekor kera putih tak mengindahkan seruan itu. Ia yang merasa bosa hanya mengambil beberapa butir kacang lalu berlari pergi, mengambil dan berlari lagi, kemudian ingin mengambil lebih banyak dari yang diperbolehkan.
Sementara pak tani mengejar kera-kera yang lain, kera putih mendekati toples kacang tersebut dan menggenggam butiran kacang sebanyak-banyaknya di tangannya.
Tiba-tiba, teman-temannya berteriak histeris menyuruhnya segera menjauhi toples itu. Kera putih yang terkejut menjadi panik dan segera bergerak untuk pergi. Namun rupanya telapak tangannya yang penuh berisi kecang tak dapat keluar karena leher toples yang kecil sementara genggaman tangannya lebih besar karena berisi banyak kacang.
Teman-temannya berteriak menyuruhnya meninggalkan kacang di tangannya. Namun kera putih tak mau melepaskan kacang-kacang dalam genggamannya. Ia terus menarik-narik tangannya agar terlepas dari toples. Pak tani semakin dekat.
Akhirnya kera putih tertangkap oleh pak tani dank era-kera yang lain berhamburan pergi. Sejak itu kebun jagung pak tani tak pernah diganggu oleh kera-kera nakal.
***
Nah, ternyata perilaku serakah hanya akan membawa kerugian dan bencana ya.
Ambillah seperlunya dan tinggalkan yang berlebihan. Dan pula, tak boleh mengambil milik orang lain yang bukan hak kita tanpa izin.

berarti kita nggak boleh serakah. mengambil seperlunya yang menjadi hak kita dan meninggalkan yang berlebihan...betul?
BalasHapus